Ikutilah Rasulmu dalam Setiap Ucapan: Seruan Pertama vol 1

“Dengan nama ALLAH” ku mulai tulisan ini.

Firman Allah dalam surah Al-Baqarah: 104 untuk orang-orang beriman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوا

وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maksudnya: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengatakan: “raaina”, (ketika kamu berkata-kata dengan Nabi Muhammad), sebaliknya katakanlah: “unzurna”, dan dengarlah kamu (segala perintah dengan sebulat hati menerimanya); dan (ingatlah, bahawa) orang-orang kafir itu akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

* Rai’na ertinya lihatlah kami. Ketika para sahabat meggunakan perkataan ini kepada Rasulullah, orang Yahudi pun menggunakannya seakan-akan mengatakan rai’na, padahal yang katakan adalah ru’unah (sangat bodoh) sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Allah menyuruh supaya para sahabat menggantikannya dengan unzurna yang ertinya sama dengan rai’na (Penjelasan).

rock-alim1Keterangan dan Penjelasan

Ini merupakan seruan pertama di antara sekian seruan Tuhan bagi mereka yang beriman. Orang beriman wajib menyambut seruan Tuhannya, baik yang berupa perintah ataupun larangan , agar memperoleh keredhaan Pemerintah dunia dan akhirat.

Ketahuilah wahai saudara se-Islam, sesungguhnya seruan Allah kepadamu dengan menyebutmu sebagai orang yang beriman adalah suatu kemuliaan bagimu. Jika tidak demikian, maka siapakah sebenarnya dirimu sehingga Tuhan Pemerintah seluruh alam ini menyerumu? Siapakah dirimu sehingga Tuhan Pemerintah langit dan bumi ini menyerumu?

Wahai mereka yang mengakui Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi dan Rasul serta Al-Quran sebagai undang-undang!!

Waspadalah terhadap kaum Yahudi! Janganlah kamu mengatakan kepada Rasul ketika dibacakan wahyu Allah swt, “Rai’na” yang maksudnya agar Rasulullah memerhatikanmu dan agar dia membacakan wahyu Allah secara perlahan sehingga kamu dapat menghafalnya kerana kaum Yahudi yang keji itu berpura-pura menyerupai ucapanmu, lalu mereka melencongkan lidah mereka dengan perkataan ini sehingga nampak seperti perkataan umpatan.

Mereka mwnujukannya kepada Rasulullah saw untuk menjadi bahan ejekan di kalangan mereka, namun gunakanlah perkataan lainnya sehingga kaum Yahudi tidak lagi menjadikannya sebagai bahan ejekan, maka katakanlah, “Unzurna” dan dengarkanlah dengan baik ketika Rasulullah saw membacakan wahyu Allah kepadamu.

Ibnu Kathir berkata, “Allah melarang hamba-Nya yang beriman menyerupai kaum kafir, baik dalam ucapan ataupun perbuatan mereka kerana kaum Yahudi La’natullah Alaihim meneliti ungkapan yang diputar belitkan maksudnya. Ketika mereka ingin berkata, Isma’ lana (Dengarkanlah kami), maka perkataan yang mereka gunakan adalah Ra’ina yang mereka putar belitkan menjadi Ru’unah.

Dalam hadith yang lain, jika mereka mengatakan ‘Assamu ‘Alaikum yang bermaksud kematian dari perkataan sam, maka orang beriman perlu menjawab ‘”wa’alaikum” (bagi kamu semua juga demikian). Orang beriman perlu menjawab salam kerana ini merupakan tuntutan yang wajib ke atas orang beriman dan tidak pula ke atas mereka. Tujuannya adalah Allah melarang orang beriman menyerupai kaum kafir baik dari segi ucapannya mahupun perbuatannya.

Bersambung…

Wallahu’alam

MUHAMMAD HAZIM MOHD NOH

Ketua Pengarah,

Delegasi Pemikir Muda (DPM),

Pengarah Seksyen Kekeluargaan DPM,

Bertarikh: 11 Sya’aban 1434 H bersamaan 20 Jun 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: